BeritaDaerahPolriPrabumulih

Dua Bocah Tenggelam di Sungai Medang, Satu Selamat Satu Meninggal Dunia

8
×

Dua Bocah Tenggelam di Sungai Medang, Satu Selamat Satu Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

PRABUMULIH, RETORIKANEWS — Warga Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai dihebohkan dua bocah dikabarkan tenggelam di Sungai Batang Hari di desa tersebut, Selasa, 12 Maret 2024.

Informasi dihimpun awak media, terjadi Selasa, sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya, SA, 8 tahun, pelajar kelas 2 SD dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RS AR Bunda.

Kedua, JU, 4 tahun, berhasil diselamatkan warga di lokasi kejadian.

Kronologi kejadian tenggelamnya kedua korban, diperoleh awak media dari warga Rahmat bersumber dari kepolisian menyebutkan, Selasa, sekitar pukul 08.00 WIB.

Ketika itu, saksi Rahmat hendak pergi memancing di lokasi kejadian, melihat SA dan adiknya JU sedang berenang di sungai tersebut, dan tidak lama kemudian ia melihat JU tenggelam dan meminta tolong dan langsung menyelamatkannya menarik tangannya.

Setelah, ia selamatkan korban langsung ia bawa ke atas dan tidak lama, kemudian datang Mus, saksi lain berkata masih tenggelam. Selanjutnya, mencari korban satu lagi, SA dan masuk kembali ke dalam sungai dan mencari hingga ke dasar sungai tetapi belum ditemukan.

Kemudian, masyarakat telah berdatangan dan ikut membantu mencari korban tenggelam dan akhirnya setelah pencarian sekira 15 menit korban tenggelam SA di temukan warga Elyadi berjarak sekitar 50 meter dari tempat korban mandi tersebut dan langsung di bawa ke RS AR Bunda. Namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia, kondisi tubuh tersangkut di lamban tempat orang mencuci pakaian dan piring.

Kapolres Prabumulih, AKBP Endro Aribowo SIk dikonfirmasi melalui Kapolsek Cambai, Iptu Agus Widodo SH menjelaskan, penyelidikan dan pulbaket terhadap saksi dan warga sekitar korban sudah diterima keluarga korban dan akan segera dikebumikan pada hari ini.

“Keluarga menerima kejadian tersebut ikhlas, sebagai musibah dan tidak dilakukan visum dan otopsi terhadap jenazah korban serta tidak akan mengajukan proses hukum atas meninggalnya SA,” terangnya.

Ungkap Agus, seluruh warga diimbau selalu berhati-hati dan menjaga diri dari hal-hal membahayakan, orang tua harus selalu membimbing, mendampingi, dan memantau jam bermain anak-anaknya serta meningkatkan jam belajar mendukung terciptanya SDM Indonesia unggul.

“Kemudian, tidak usah ikut ikutan tawuran karena akan membahayakan diri sendiri dan bisa jadi tersangka atau korban maupun orang lain.

“Gak ada untungnya, mari kita lakukan hal-hal positif,” pungkasnya. (Kg)